Rantau Satu Muara

*Oleh Qoniatul Qismah, S.Pd.

Novel ini merupakan novel trilogi dari novel Negeri Lima Menara karya A. Fuadi. Di novel Negeri 5 Menara menceritakan tentang kisah  Alif selama di Pondok Madani, Ponorogo  Jawa Timur. Di novel Ranah 3 Warna menceritakan suka duka Alif kuliah di Universitas Padjajaran dan di novel ketiga  ini menceritakan kisah Alif  saat bekerja setelah lulus dari Unpad.

Alif lulus dari Universitas Padjajaran Bandung dengan nilai yang sangat memuaskan. Tentunya ia yakin banyak  perusahaan yang akan akan merekrutnya.  Namun, ia diwisuda di waktu yang kurang tepat. Pada saat itu, di akhir tahun 90-an, Indonesia mengalami krisis moneter sehingga ia kesulitan mencari pekerjaan. Berkali-kali ia mengirim lamaran pekerjaan, namun hasilnya nihil. Ia mengalami kegalauan yang sangat hebat. Di sisi lain ia juga harus membiayai Amak dan adik-adiknya. Dimulai dengan mulai mengirimkan surat lamaran pekerjaan, kemudian menerima juga surat balasan yang ternyata isinya adalah penolakan hingga sampai juga akhirnya ia menerima surat yang membawa kabar bahagia bahwa ia diterima bekerja  di  Jakarta sebagai wartawan di kantor majalah Derap.  Di sana ia  bertemu dengan Mas Aji (Pimred Derap), Mas Malaka, Pasus Warta, Yansen, Faizal, dan lain-lain. Alif dan Pasus menjadi teman dekat karena nasib mereka yang sama, keduanya belum medapatkan kos pada bulan-bulan pertama bekerja. Suatu kali Pasus mengajak Alif untuk menjadi doktor alias “mondok di kantor” yang berada di ruang kliping separuh gudang dengan modal bantal dan sajadah sebagai alas. Alif awalnya sempat ragu, namun akhirnya mengiyakan. Akan tetapi aktivitas tersebut terendus juga oleh redaktur dan sempat disindir, mereka kembali memutar otak dan memilih musala kantor untuk menjadikan kamar mereka.

Alif juga bertemu seorang gadis yang dulu pernah ia lihat. Namanya Dinara, sahabat dari Raisa.. Hubungan Alif dan Dinara semakin lama semakin akrab. Komunikasi mereka semakin intens, keduanya merasakan ada chemistry. Alif jatuh cinta dan mengagumi Dinara, begitupun sebaliknya, namun keduanya sama-sama bungkam. Suatu hari Alif mengutarakan isi hatinya dan akhirnya Dinara pun menerimanya.

Dari Jakarta, terbuka cakrawala baru. Alif meraih beasiswa ke Washington DC. Di sana ia bertemu dengan Garuda, ia orang Indonesia asli orang Jawa. Bersamanya ia tinggal di Amerika. Dia sangat menyayangi Alif layaknya adik sendiri. Cerita-ceritanya sangat menginspirasi Alif. Baik itu cerita tentang keluarganya ataupun tentang calon istrinya.

Dari situ akhirnya Alif mulai berpikiran untuk melamar gadis pujaan hatinya, Dinara. Proses pendekatan kepada papanya Dinara, itu yang paling sulit. Karena awalnya papanya Dinara tak merestui hubungan mereka. Namun Alif tak pernah menyerah, ia terus berusaha menarik hati papanya. Yang pada akhirnya merestuinya. Dengan penuh semangat, Alif terbang dari Amerika menuju Indonesia. Hal yang paling dinantinya akhirnya tiba juga. Ia menikah dengan Dinara.

 Usai pernikahan, mereka terbang lagi ke Amerika, dari situ mereka menjalani hidup yang penuh lika-liku di Amerika. Dinara menjadi wartawan di sebuah majalah terkemuka di Amerika, lalu setelah lulus kuliah Alif menyusul Dinara. Mereka hidup bahagia, gaji yang besar membuat mereka mudah melakukan apapun di Amerika. Pun cita-citanya untuk membantu Amak dan adik-adiknya di kampung tercapai juga.

Tiga mantra yang selalu menjadi pegangan bahkan mendarah daging dalam diri Alif;

Man Jadda Wajada

Siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil

Man Shabara Zhafira

Siapa yang bersabar akan beruntung

Man Saara Ala Darbi Washala

Siapa yang berjalan di jalannya akan sampai tujuan

Buku ini cocok dibaca  semua kalangan terutama anak muda  karena dapat memotivasi kita agar tidak pantang menyerah dalam menggapai suatu hal.. Buku ini menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan dimengerti dan juga disertai dengan kutipan-kutipan syair, quote, dan kalimat motivasi yang membangkitkan semangat dan bernilai moral. Namun  ada beberapa percakapan dalam bahasa Inggris dan bahasa daerah yang tidak disertai dengan terjemahannya dari percakapan tersebut sehingga bisa membuat pembaca tidak mengerti maksud yang disampaikan dalam percakapan itu. (*/ykib)

Identitas Buku:

Judul  ; Rantau 1 Muara

Penulis: A. Fuadi

Penerbit Utama: PT  Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit:  cetakan kesembilan 2019

Lembar Halaman: 400

ISSBN: 978-979-22-9473-6

*Penulis resensi buku adalah guru Kampung Ilmu Purwosari

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *