Oleh Ananda Silviana Putri
Menabung dan menunggu lama akhirnya keinginan Najwa untuk membeli tas baru akan terwujud. Ia dan Kak Farida pergi ke pasar untuk membeli tas. Najwa senang sekali membayangkan tas yang akan dibeli, namun dalam tengah perjalanan mereka melihat kecelakaan karena merasa iba Kak Farida menolong dan mebawa ke rumah sakit. Ia pun meminjam uang Najwa yang awalnya mau dipakai untuk beli tas itu untuk menebus obat bagi korban kecelakaan.
Najwa sedih karena uang yang selama ini ditabung untuk membeli tas telah di gunakan untuk menebus obat, dia marah kepada kakak karena tidak jadi beli tas. Tetapi, Kak Farida dengan sabar menenangkan hati Najwa. Bahwa tak ada yang sia-sia dalam sedekah, apalagi sedekahnya pada saat kesulitan ekonomi. Allah pasti akan menggantinya dengan rezeki yang berlipat-lipat dan tidak terduga dan apa yang dikatakakan Kak Farida benar. Najwa menang lomba menulis karya fiksi juara tiga harapan mendapatkan tas, sepatu, peralataan dan baju baru. Najwa berterimakasih meminta maaf kepada kakak Farida dan bersyukur kepada Allah.
Pengorbanaan Anak shalihah
Tiga hari menjelang Idul Adha belum ada satu pun warga di Desa Suka Makmur yang menyerahkan hewan kurban di mushala al-Muhajirin. Hal itu membuat pengurus takmir resah, khawatir kalau tahun ini tidak dapat menyembeli hewan kurban. Ummi Aini mencoba membujuk putrinya untuk mengkurbankan kambing yang dimilikkinya, tetapi Aini protes tidak mau kalau harus mengorbankan si Jalu kambing kesayangannya. Ummi dan Abi berdiskusi bagaiamana jika mushola benar-benar tidak ada yang berkuban?.
Abi ingin menjual sepeda motornya agar bisa berkurban dan bekerja menggunakan sepeda yang terpenting warga tetap bisa menikmati daging kurban, semoga menjadi berkah.
Aini mendengar percakapan itu merasa bersalah tanpa terasa air mata pun mengalir. Sampai larut malam pun tidak bisa tidur karena bingung mengkurbankan si Jalu atau membiarkan Abinya menjual sepeda motor. Pagi harinya Aini bergegas memandikan dan memberi makan si Jalu memberi tahu ibu kalau Aini mau berkurban menyerahkan kambing kesayangannya ke panitia kurban.
Makanan Rahasia
Suatu hari Rafasya susah menghafal hafalannya dia pun marah dan melempar juz amanya. Ibu menghampiri “Nak kalau ingin menjadi penghafal Al ‘quran harus sabar jangan menyerah mohon sama Allah agar dimudahkan dalam menghafal Rafasya sudah berdoa? ”. Rafasya sudah melakukan seperti biasanya berdoa, sholat juga tidak ada bolong. Karena sudah larut ibu menyuruh Rafasya untuk tidur.
Rafasya bermimpi yang buruk di mana perutnya membesar dan didatangi makluk penjaga gua tubuhnya tinggi besar dengan kepala botak dan kulitnya hitam legam. “Tenang anak manis di dalam perutmu bersarang sebuah makanan rahasia yang seharusnya tidak kau makan. Namun sudah terlanjur memakannya, maka aku akan membedah perutmu dan mengambil makanan itu kembali” Rafasya berteriak-teriak ketakutan. menceritakkan ke ibu , Rafasya ingat seminggu yang lalu dia dan teman-temannya menemukan snack di masjid. Awalnya, membiarkan namun keesokkan harinya snack tersebut masih tergeletak di sana dan mereka memutuskan untuk memakannya.
Mungkin itu penyebab kamu susah menghafal mungkin sebaikknya kamu sesampai di sekolah bilang kepada ustazah dan minta tolong mereka agar mengumumkan ke murid. Kau harus bersedia mengganti snack itu kalau tidak ada pemiliknya bersedekahlah sesuai harga snack itu semoga Allah mengampuni kesalahanmu dan kembali memudahkan hafalanmu.
Beberapa cerita tentang bersedekah. Sedekah atau shadaqah adalah mengamalkan atau menginfakan harta di jalan Allah. Namun, kegiatan ini bukan hanya semata-mata menginfakkan harta di jalan Allah atau menyisihkan sebagian uang pada fakir miskin, tetapi sedekah juga mencakup segala macam dzikir (tasbih, tahmid, dan tahlil) dan segala macam perbuatan baik lainnya. Rasulullah SAW bersabda: “Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api,” (HR Tirmidzi, di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi, 614). Diampuninya dosa karena bersedekah tentu harus dibarengi dengan taubat atas dosa yang dilakukan. Sedekah tidak hanya bisa dilakukan dengan uang atau harta saja melainkan dengan cara lain misalnya menyedekahkan ilmu yang kita miliki kepada orang lain.
Dengan bersedekah pada saat keadaan kita sempit adalah sesuatu yang sangat menakjubkan. Tentu ini adalah salah satu bukti tentang keimanan kita. Meskipun dalam keadaan yang sempit, seseorang bersedekah akan mendapatkan ganjaran yang berlipat dari Allah SWT.
Identitas buku
Judul buku : Sedekah Itu Indah
Penulis : Safira Rahima
Penerbit : Indiva Media Kreasi
Tahun terbit : 216
Tebal halaman : 112 halaman
Penulis resensi buku adalah guru Kampung llmu Purwosari

