Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas

Oleh Puguh Prianggoro, S.Pd.

Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas merupakan sebuah buku karya Eka Kurniawan yang telah berulang kali dicetak. Dari segi judul kita akan berpikir kalau buku ini akan menceritakan perihal rindu atau romansa kisah cinta yang manis, namun berbeda dengan kisah-kisah yang memuat tema kerinduan yang pada umumnya digambarkan dengan kalimat-kalimat indah ataupun kalimat-kalimat yang berisi tentang orang yang sedang dimabuk kerinduan. Eka Kurniawan menggambarkan kerinduan dalam buku ini dengan bahasanya yang bisa dibilang vulgar dan kasar, tanpa ada batasan dalam bahasanya yang justru membuatnya berbeda dan menarik untuk dibaca. Pada awal cerita kita akan langsung disuguhkan dengan kata-kata yang vulgar dan kasar, bahkan umpatan akan sering kita temui dalam sepanjang ceritanya. Selain menggunakan bahasa yang vulgar dan kasar dalam buku ini juga beberapa kali menceritakan adegan yang vulgar, sehingga untuk yang ingin membaca buku ini sebaiknya sudah berusia lebih dari 21 tahun.

Dalam bukunya ini Eka Kurniawan sangat jeli menyusun alur ceritanya yang mungkin bisa dibilang campuran maju mundur, namun kita sebagai pembaca tidak akan dibuat bingung dengan alur ceritanya karena di setiap kepingan puzzle-nya pasti akan berkaitan dan terhubung. Emosi yang dihadirkan dalam setiap ceritanya sungguh terasa, mulai dari penggambaran watak tokohnya dan kejadian-kejadian yang ada dalam ceritanya digambarkan dengan jelas.

Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas  mengusung kisah tentang kerinduan, bisa dikatakan kerinduan terhadap burung Ajo Kawir yang bisa kembali normal, kerinduan terhadap sang kekasih Iteung yang telah menghianatinya, dan juga kerinduan terhadap seorang anak yang telah dirawatnya walau anak itu bukannlah anak kandungnya.

Awal mula cerita dari buku ini berkisah tentang dua orang sahabat yang bernama Ajo Kawir dan Si Tokek. Sejak kecil mereka telah berteman dekat dan sering bermain bersama. Keduanya terkenal akan kebadungannya yang sering kali berkelahi dan keluar masuk sekolah baru. Suatu ketika Si Tokek mengajak Ajo Kawir untuk datang ke rumah Rona Merah seorang janda muda gila yang telah ditinggal suaminya meninggal. Sore itu mereka berencana untuk mengintip Rona Merah yang ternyata akan diperkosa oleh 2 oknum polisi, sialnya karena Ajo Kawir terjatuh mereka ketahuan dan dari situlah Si Burung mengalami hibernasinya, tertidur sepanjang hari, sepanjang bulan, dan sepanjang tahun dan tak kunjung bangun lagi, Si Burung telah masuk ke tidur abadinya.

Suatu ketika Ajo Kawir tanpa sengaja saat ingin menghajar Pak Lebe dia bertemu dengan seorang gadis cantik yang jago bela diri bernama Iteung. Pertemuan pertama mereka tidak diawali dengan baik karena mereka harus adu pukul bertarung karena Iteung adalah penjaga Pak Leve. Setelah perkelahian yang sengit dan mereka berdua babak belur malah tumbuh benih cinta di hati mereka. Saat Ajo Kawir telah meikahi Iteung dia dirundung masalah ketakutan karena harus mengahadapi Si Macan yang sebelum mereka menikah dia mengajukan tantangan akan mengajak duel Si Macan dan membunuhnya. Walau pernikahan mereka terlihat harmonis dengan keadaan burung Ajo Kawir yang mengalami tidur abadi suatu ketika muncul berita buruk dari Iteung yang berkata kalau dia hamil, yang sontak membuat Ajo Kawir marah dan pergi tanpa sepatah kata pun.

Setelah sekian lama Ajo Kawir telah menjadi seorang sopir truk antar wilayah yang ditemani keneknya Mono Ompong. Dia menjadi sopir truk untuk mencari uang dan dikirim untuk merawat seoarang anak perempuan walau bukan anaknya. Saat perjalanan mengantarkan barang mereka dikejutkan dengan suara perempuan yang ada di bak truk, setelah dibuka ternyata ada seorang perempuan yang memiliki wajah buruk rupa yang bernama Jelita. Perjalanan Ajo Kawir selama tidak ada Mono Ompong dia selalu ditemani oleh Jelita yang tanpa disengaja membuat burung Ajo bangun dari tidur panjangnya.

Dalam buku ini memiliki kelebihannya antara lain cerita yang menarik dan penggambaran tokoh-tokohnya jelas dengan rangkaian alur ceritanya yang campuran namun membuat kita semakin tertarik. Kelemahan dibuku ini terlalu banyak menggunakan bahasa yang vulgar dan kasar dan alur cerita yang campuran, bagi pembaca yang kurang teliti akan dibingungkan oleh cerita yang lompat-lompat dari bagian awal sampai akhirnya. (*/ykib).

Judul Buku : Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntaa

Penulis : Eka Kurniawan

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit : 2014

ISBN : 978-602-03-2470-8

Tebal Buku : 243 Halaman

Penulis resensi buku adalah guru Kampung Ilmu Kalitidu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *