The Miracle of Science

       
       

Oleh Iin Vina  Noviana, S.Pd.

Manusia berbeda dengan mahluk lain seperti hewan dan tumbuhan, manusia hidup di dunia ini dikaruniai akal pikiran dan nafsu. Dengan akal pikiran manusia dapat membedakan antara yang benar dengan yang salah sebagai panduan hidup. Dengan akal pikiran manusia membutuhkan suatu kebenaran yang digunakan sebagai pedoman atau sesuatu yang dapat dipercayai oleh manusia untuk keberlangsungan hidup. Tanpa suatu kebenaran dan keyakinan manusia akan hidup layaknya sebagai binatang yang tidak membutuhkan kebenaran karena tidak punya akal pikiran. Tanpa menemukan sebuah kebenaran dan mempercayai keyakinan, hati dan pikiran manusia akan gelisah, sehingga kebenaran bagi manusia ibarat pedoman hidup yang nantinya akan menuntun hidup di dunia. Akal manusia akan berpikir secara logis, rasional, terstruktur dan ilmiah dalam mencari kebenaran dalam hidup, meskipun di dalam agama Islam kebenaran agama yang utama adalah keyakinan atau mempercayai kitab kitab Allah seperti Alquran sekaligus hadist-hadistnya, kebenaran dalam Alqur’an ini tidak perlu dibuktikan lagi karena dengan keyakinan dan keimanan kepada Allah seseorang sudah cukup menemukan kebenarannya.  Berbeda dengan para ilmuan yang non Muslim yang mencari kebenaran dengan metode penemuan kebenaran dengan menggunakan akal yang logis, rasional dan ilmiah.

Dalam buku “The Miracle of Science” menjelaskan tentang para ilmuwan di dunia yang takjub mengenai ajaran Islam dan kebenaran dalam Alqur’an. Para ilmuwan tersebut menemukan kebenaran melalui ilmu pengetahuan yang mana kebenaran tersebut sudah tercatat di dalam Alqur’an, seperti seorang ilmuwan ahli bedah yang berasal dari Perancis yang bernama Maurice Bucaille yang telah meneliti jasad Fir’aun, saat Maurice mempersiapkan laporan penelitian, ada salah satu rekannya membisikkan yang intinya jangan tergesa gesa karena kaum Muslimin telah mengetahui terlebih dahulu tentang tenggelamnya jasad Firaun. Mendengar hal tersbut Maurice Bucaille berpikir dan selalu bertanya tanya. Dari sinilah Maurice bertanya dengan ilmuwan Muslim dan menanyakan tentang bagaimana jasad Fir’aun diselamatkan dari laut. Dari hal tersebut ada salah satu ilmuwan Muslim membuka Alqur’an dan membacakan untuk Maurice “Maka, pada hari ini, kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda tanda kekuasaan kami” Q.S Yunus (10):92). Dari ayat tersebut hati Maurice tersentuh dan berbicara dengan lantang “aku ingin masuk Islam dan berfirman dengan Alqur’an.

Tidak hanya ilmuwan Maurice saja namun masih banyak ilmuwan yang lain seperti Alfred Kroner seorang ahli geologi yang pada mulanya seorang ateis akan tetapi menjadi mualaf karena ia menemukan sebuah kebenaran terkait fenomena padang pasir di jazirah Arab yang nantinya akan menjadi subur. Kisah penemuannya ini terjadi ketika Prof Alfred menghadiri seminar geologi di Fakultas Ilmu Bumi di Arab Saudi. Pada waktu itu Prof Alfred bertemu dengan dai Muslim bernama Abdul Majid Az Zindani, ketika itu Dai Abdul Aziz bertanya “Tahukah kamu bahwa Jazirah Arab dulu adalah padang rumput yang subur dipenuhi oleh sungai sungai yang mengalir”, dan apakah kamu punya bukti bahwa jazirah Arab akan kembali menjadi padang rumput yang subur?.

Prof Alfred menjawab bahwa kebenaran tersebut sudah diketahui, dan pakar geologi telah menghitung dan mengukur dan juga dapat memperkirakan kapan hal tersebut terjadi. Prof Alfred juga menjelaskan hal tersebut terjadi karena sebagian besar air berubah menjadi es yang berkumpul di kutub utara kemudian akan bergerak perlahan lahan ke selatan, saat bergerak ke selatan tentu akan mempengaruhi cuaca pada tanah di sekitarnya yang membuat Jazirah Arab menjadi dingin karena dekat dengan kutub selatan dan negeri Arab menjadi negeri yang paling subur. Lalu Abdul Majid berkata bahwa kami percaya hal tersebut. Prof Alfred mengatakan kalau hal itu fakta ilmiah yang tidak bisa dibantah. Selanjutnya Abdul Majid berkata bahwa saya percaya karena sudah ada dalam hadist Nabi Muhammad bahwasanya ketika hari kiamat datang, negeri Arab akan kembali menjadi dataran padang rumput yang dipenuhi dengan sungai-sungai. Pada saat itu juga Prof Alfred kagum dan dalam pertemuan tersebut Prof Alfred mengumumkan keislamannya.

Dalam buku The Miracle of Science ini terdapat 12 para ilmuwan yang inspiratif dan memutuskan untuk memeluk Islam usai menemukan kebenaran di dalam Al Qu’ran seperti Demitri Bolykov, William Brown, Keith Moore, Emma Clark, Zaghlul An Najar, Robert Guilhem dan lainnya.

Dari membaca buku ini kita sebagai manusia Muslim harus semakin yakin dan percaya terkait kebenaran Alqur’an, dengan hal tersebut dapat mempertebal keimanan kita kepada Allah SWT. Selain itu buku ini dapat menjadi sebuah inspirasi pedoman hidup kita bahwasanya dengan menyakini Alqur’an hidup kita akan menjadi semakin tentram karena dalam Al Quran banyak dijelaskan terkait larangan atau perintah sebagai manusia Muslim, dan juga mengaitkan dengan kehidupan kita sehari hari.  Sehingga Al-Qur’an ini dapat dijadikan sebagai sumber ilmu pengetahuan yang tak terbantahkan, maka wajar jika banyak Ilmuwan non muslim masuk Islam, dan menemukan Islam setelah mengkaji Alqur’an.

          Keunggulan buku The Miracle of Science

  1. Pembahasan secara sistematis terdapat kisah-kisah inspiratif dari kalangan ilmuwan yang menggugah semangat keimanan umat  Islam terhadap Allah SWT. Kisah-kisah dari para ilmuwan dunia yang  menemukan kebenaran Islam lewat penelitian ilmiah tersebut dijabarkan dari mulai pembahasan mengenai kajian teori atau pendahuluan, perjalanan penelitian oleh ilmuwan itu sendiri, sampai dengan kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian tersebut yang dihubungkan dengan  firman Allah dan kebenaran ajaran
  2. Sangat bermanfaat untuk memperkuat keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Melalui kisah-kisah para ilmuwan dunia yang diuraikan dalam buku ini, umat Islam dapat mengambil pelajaran bahwa tidak ada perintah Allah yang tidak didasarkan atas Semua pasti berdasar dan mempunyai manfaat bagi diri kita sendiri.

 Kelemahan buku The Miracle of Science

  1. Tidak terdapat kata pengantar seperti buku-buku yang lain. Kata pengantar dalam buku ini digabung dalam bagian pertama yaitu pada bagian pendahuluan, sehingga terkesan bahwa kata pengantar buku ini tidak Buku ini tidak menampilkan foto dari para ilmuwan dunia, sehingga pembaca hanya tau namanya saja, dan juga tidak ada selingan gambar atau foto tentang penelitian yang mereka lakukan. (*/ykib).

The Miracle of Science

Judul Buku      : The Miracle of Science

Jenis Buku       : Non Fiksi (Agama Islam)   

Penulis             : H. Muhammad Yusuf bin Abdurrohman  

Penerbit           : Diva Press

Kota Terbit      : Yogyakarta

Tahun Terbit    : 2017

Tebal               : 208 Halaman

ISBN               : 978-602-391-379-4  

       
       

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *