Trias Muslimatika

Oleh Rita Anggraeni, S.S.,M.A.

Trias Muslimatika merupakan salah satu karya dr. Davrina Rianda, seorang penulis buku bestseller, Beauty Undercover for Muslimah. Dr. Davrina merupakan salah satu Muslimah Indonesia yang berhasil menjalani multiperan Trias Muslimatika, yaitu sebagai istri, ibu, dan Muslimah berdaya. Dr. Davrina adalah seorang dokter peneliti di Human Nutrition Research Centre (HNRC), sebuah institut penelitian Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dengan fokus pada kesehatan gizi ibu dan anak. Selain itu, dr. Davrina juga merupakan salah satu pendiri sebuah platform edukasi pengasuhan anak berbasis ilmiah untuk panduan para orang tua, yaitu LabPintar.

Secara umum, buku ini membahas tentang pengalaman hidup Dr. Davrina selama masa transisi dari remaja, kemudian tumbuh dewasa, menjadi istri, ibu, dan Muslimah berdaya. Buku ini terdiri atas beberapa bagian, di antaranya: Our Mind Wants What It Wants. Dalam bagian ini dr. Davrina membagikan sebuah pemikiran out of the box dari sebuah buku bestseller internasional yang berjudul “Mindset” karya Carol Dweck. Hal utama yang dibahas dalam buku tersebut adalah growth mindset. Growth mindset bisa diartikan sebagai cara berpikir sebagian orang yang menganggap bahwa setiap risiko adalah sebuah tantangan. Maksud dari pernyataan tersebut adalah ketika seseorang itu diberi sebuah kesempatan yang menurut sebagian orang terlalu berisiko, orang yang mempunyai pikiran growth mindset akan mencobanya terlebih dahulu, tanpa berpikir bagaimana jika nantinya ia gagal. Konsep inilah yang membuka pikiran penulis untuk berani keluar dari zona nyaman dan mencoba hal baru yang positif. Meskipun ia tidak tahu apakah akan berhasil, atau justru sebaliknya. Akan tetapi, setidaknya ia bisa mengambil hikmah di balik kegagalan yang ia peroleh.

Dr. Davrina membagikan pengalaman pribadinya, bahwa tidak ada yang tidak bisa dicapai jika kita ingin berusaha, ingin mencari tahu. Kita harus meyakini dalam diri bahwa kita mampu, kita bisa. Kita harus berpikir positif, tidak perlu takut gagal sebelum mencoba. Melalui konsep growth mindset inilah, telah mengajari penulis bahwa, diamond are really made under preasure. Dengan demikian, alangkah lebih baiknya untuk berani mencoba mengambil kesempatan yang hadir dalam hidup kita.

Bagian yang kedua, yaitu Live Marrily Ever After. Pada bagian ini, penulis menguraikan pengalamannya saat awal hijrah, kemudian berada pada fase kegalauan pasca lulus kuliah, hingga memutuskan untuk menikah. Bagian ini juga menjelaskan tentang kehidupan pra nikah, awal pernikahan, dan tantangan dalam sebuah pernikahan. Pada bagian ini dijelaskan konsep family value. Konsep ini menjadi hal yang sangat penting dalam mempersatukan visi dan misi untuk sebuah fondasi pernikahan yang kokoh. Menikah adalah sebuah ibadah yang harus dijaga seumur hidup. Menikah itu disegerakan, tetapi tidak diburu-burukan. Menikah itu, di waktu yang tercepat yang paling tepat.

Ketika kita berani mengambil keputusan untuk menikah, maka kita harus siap menerima kekurangan dan kelebihan pasangan kita. Pernikahan seharusnya mendorong antara suami istri untuk saling memahami, mendukung dan menguatkan hingga membentuk power couple. Pasangan suami istri diharapkan bisa mempengaruhi dan mendorong satu sama lain untuk bersama-sama “sukses” dalam karirnya masing-masing.

Bagian lain dari buku Trias Muslimatika ini adalah The Young Mom. Bagian ini berisi tentang tantangan yang dihadapi oleh ibu muda dan tips-tips parenting dalam merawat dan membesarkan sang buah hati. Dalam bagian ini, terlihat jelas perjuangan penulis sebagai seorang ibu muda dalam mendampingi tumbuh kembang sang anak. Orang tua harus bersama-sama membimbing dan memberikan kasih sayangnya kepada sang anak.

Bagian selanjutnya adalah Taking Feminism Into A Whole New Level. Pada bagian ini penulis membeberkan keresahan yang dialami oleh seorang muslimah yang ingin tetap produktif dan berdaya, meskipun ia nanti menikah. Penulis membagikan pemikirannya terkait dengan peran multiple yang ia jalani, sebagai seorang istri, ibu dan Muslimah berdaya. Menurutnya, dengan tidak membentur-benturkan tanggung jawab yang sebenarnya tidak berbenturan adalah prinsip yang perlu kita pegang dan gunakan setiap ingin mengeluh akan ke-multipel-an peran seorang Muslimah. Pada kenyatannya, prinsip tersebut bisa dianggap sederhana, yaitu dengan berikhtiar dan berdoa semaksimal mungkin dan let Allah do the rest. Semua hal yang kita lakukan harus didasarkan karena Allah semata, sehingga hal itu bisa dijadikan sebagai ladang pahala untuk kita. Peran Trias Muslimatika ini memang tidak mudah. Akan tetapi, tidak ada kata tidak mungkin, jika kita ingin berikhtiar dan niat karena Allah.

Melalui buku ini, banyak pelajaran yang bisa kita ambil dan memotivasi kita, khususnya para Muslimah bahwa perempuan itu bisa multiperan, yaitu sebagai istri, ibu, dan Muslimah berdaya tanpa berhenti berkarya. Buku ini memberikan pelajaran berharga tanpa menggurui. Bahasa yang digunakan ringan, meskipun terdapat beberapa istilah/kata-kata asing yang agak sulit dipahami. Di dalamnya juga ada kutipan Alquran dan amalan doa-doa yang bisa kita amalkan, kutipan dari para tokoh, dan ilmu kesehatan yang disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami.

Buku ini bisa menjadi referensi untuk para Muslimah yang ingin dan sedang menjalankan multiple peran sebagai istri, ibu, dan Muslimah berdaya guna mencari keridhoan Allah SWT. Buku ini memberikan wawasan tentang dunia parenting dan belajar memanajemen waktu dengan baik, sehingga bisa seimbang dalam menjalankan perannya sesuai porsinya masing-masing (*/ykib).

Identitas Buku:

Judul Buku: Trias Muslimatika

Pengarang: dr. Davrina Rianda

Penerbit: PT Elex Media Komputindo, Kompas Gramedia -Jakarta

Tahun Terbit: 2019

Tebal Halaman: 322

ISBN :  978-602-04-9651-1

Penulis resensi buku adalah guru Kampung Ilmu Purwosari

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *